6 Hal yang Harus Anda Perhatikan Agar Senam Hamil Bisa Membantu Persalinan


Kelancaran saat menjalani proses persalinan menjadi dambaan setiap wanita yang akan melahirkan. Untuk menggapai tujuan itu, banyak upaya yang dilakukan para wanita yang sedang hamil, salah satunya dengan melakukan senam untuk ibu hamil.

Tidak berbeda dengan senam pada umumnya, senam hamil juga merupakan serangkaian gerakan-gerakan badan, namun titik berat tujuannya adalah untuk mempersiapkan kondisi badan dalam menghadapi proses persalinan. Tentu tidak hanya itu, jika dilakukan secara teratur, gerakan senam hamil juga bermanfaat untuk mengurangi berbagai keluhan yang biasa muncul saat wanita hamil, misalnya saja nyeri punggung, pegal-pegal pada bagian tubuh tertentu dan sebagainya. 
 



Dari aspek psikologis, senam hamil juga sangat besar manfaatnya karena bisa mengurangi perasaan stres dan membuat pikiran menjadi lebih tenang, sehingga ibu hamil dapat lebih siap ketika menghadapi proses persalinan.

Bagaimana melakukan senam hamil agar bisa membantu persalinan?

Perlu disadari bahwa hamil bukan menjadi halangan bagi para wanita untuk melakukan aktivitas olahraga, namun justru sangat dibutuhkan agar sirkulasi darah dalam tubuh menjadi lancar sehingga bisa membantu memudahkan proses persalinan.

Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar senam hamil bisa memberi manfaat. Berikut beberapa hal diantaranya yang perlu Anda ketahui :

1. Dilakukan pada saat yang tepat

Sebetulnya tidak ada larangan melakukan senam hamil mulai sejak bulan-bulan pertama masa kehamilan. Namun untuk mendapatkan hasil yang optimal, sebaiknya senam hamil dilakukan saat kandungan sudah mencapai 6 bulan keatas.

2. Durasi waktu cukup

Melakukan senam hamil selama 30 menit per sesi, sebanyak 3-4 kali dalam seminggu sudah cukup. Lain halnya bagi ibu hamil yang jarang berolahraga sebelumnya, senam hamil perlu dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal cukup dilakukan selama 10-15 menit per sesi dengan gerakan yang ringan saja. Kemudian terus melakukan latihan dan terus ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 30 menit per sesi.

3. Mendapat ijin dokter

Sebelum mengikuti senam, sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi Anda sendiri dan janin dalam kandungan. Jika Anda tidak diijinkan karena adanya gangguan pada diri Anda atau janin, maka sebaiknya ikuti petunjuk dokter.

4. Asupan kalori cukup

Melakukan aktifitas olahraga, termasuk senam hamil tentu juga perlu kalori yang cukup. Oleh karenanya, jika melakukan senam pastikan Anda sudah memahami dan menjalankan pedoman pemenuhan gizi bagi ibu hamil berdasarkan trimester kehamilan.

Senam membuat gerakan tubuh lebih banyak, maka makanan dan minuman yang cukup sangat penting. Kalori yang cukup akan membuat janin dalam kandungan menerima manfaat senam hamil dengan baik.

5. Hindari gerakan yang berbahaya

Perlu dipahami, dalam kondisi hamil membuat tubuh Anda memiliki tingkat fleksibilitas yang berbeda. Oleh karenanya, jangan memaksakan diri untuk mengikuti gerakan yang bagi tubuh Anda sulit melakukan. Gerakan yang berbahaya justru bisa menyebabkan Anda cedera otot atau sendi. Anda lebih baik mengikuti instruksi dari pembimbing senam.

6. Tidak berlebihan

Anda sedang hamil jelas membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Oleh karenanya, jangan melakukan senam hamil secara berlebihan, 3-4 hari dalam seminggu sudah cukup. Olahraga secara berlebihan saat hamil dapat mengurangi aliran darah pada rahim, sehingga bisa berakibat buruk pada kesehatan ibu dan janinnya.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan senam hamil. Dengan begitu diharapkan senam Anda bisa bermanfaat, mempermudah proses persalinan, bukan malah sebaliknya justru akan memberi dampak buruk bagi Anda. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed with by Way2themes | Distributed by Blogspot Themes